Setelah dua tahun dinantikan, Football Manager 26 akhirnya dirilis, namun tampaknya kesulitan memuaskan para penggemar, dengan review Football Manager 26 di Steam yang saat ini duduk di kategori ‘Sangat Negatif’. Berbeda jauh dengan pendahulunya, FM24, yang mempertahankan rata-rata ulasan pengguna ‘Sangat Positif’ di etalase Valve, menunjukkan bahwa pengembang Sports Interactive mungkin berada dalam posisi sulit kali ini. Informasi ini berdasarkan laporan dari Gamerant.
Rilis ini datang setelah banyak penggemar merasakan kekecewaan mendalam ketika Football Manager 25 dibatalkan karena komplikasi pengembangan. Manajemen pengembang juga tidak senang dengan kualitas game yang ada saat itu. Harapannya adalah pembatalan tersebut akan memberi pengembang waktu untuk memoles entri utama berikutnya, dengan tujuan menciptakan judul yang lebih baik, lengkap dengan mesin game baru dan grafis yang diperbarui. Sayangnya, harapan itu tampaknya tidak terwujud dengan rilis terbaru Football Manager 26 ini, karena ulasannya mencerminkan peluncuran yang kurang memuaskan daripada kebangkitan gemilang yang banyak diharapkan.


Pemain Football Manager 26 Tidak Puas dengan Kondisi Pasca-Rilis Game
Saat artikel ini ditulis, dari lebih dari 4.000 review Football Manager 26 di halaman Steam, hanya 22% yang bersifat positif. Ini berarti 78% pemain menyatakan ketidakpuasannya. Meskipun penggemar memiliki banyak keluhan, masalah paling umum yang disoroti adalah UI baru game yang sering digambarkan sebagai canggung.
Selain UI yang bermasalah, performa game juga menjadi perhatian utama. Para pemain melaporkan adanya masalah performa dan perubahan gameplay yang mengecewakan. Banyak yang berpendapat bahwa Sports Interactive telah menyederhanakan mekanisme inti untuk membuat game lebih mudah diakses oleh pendatang baru. Namun, pendekatan ini justru membuat simulasi terasa kurang imersif bagi pemain veteran yang mencari pengalaman manajemen yang paling realistis dan detail.
Menyoroti perubahan gameplay drastis di Football Manager 26, seorang pemain menulis, “Rasanya [Sports Interactive] ingin melakukan sesuatu yang begitu baru dan berbeda sehingga menghilangkan hal-hal yang paling disukai oleh para pemain.” Pemain lain menambahkan, “Setelah memainkan Football Manager selama dua dekade, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah iterasi terburuk yang pernah ada.” Keluhan ini mencerminkan kekecewaan mendalam dari basis pemain lama.
Media sosial juga penuh dengan pemain yang berbagi tangkapan layar dan video yang menunjukkan berbagai masalah performa game. Penurunan frame rate, gangguan visual, dan menu yang dilaporkan lag telah menyebabkan banyak orang kembali ke Football Manager 24 daripada menginvestasikan waktu di instalasi terbaru. Kondisi FM26 Steam negatif ini menjadi sorotan utama di komunitas.

Football Manager 26 juga tidak begitu baik di mata kritikus. Menurut agregator ulasan OpenCritic, game ini memiliki skor rata-rata 72 dari 100, dengan hanya 44% kritikus yang merekomendasikannya. Sebagai perbandingan, Football Manager 24 memegang skor 83 dari 100, menempatkannya sejajar dengan banyak game manajemen olahraga terbaik dekade ini.
Faktor lain yang memperburuk situasi adalah Football Manager 26 diluncurkan tanpa patch hari pertama. Ini berarti setidaknya beberapa masalah yang terdeteksi selama fase beta mungkin tetap ada dalam rilis final. Para pemain kini berharap Sports Interactive akan segera meluncurkan hotfix dan patch untuk mengembalikan reputasi waralaba ini, karena Football Manager telah lama menjadi salah satu seri olahraga paling populer di berbagai platform gaming.
Banyak juga yang melihat situasi ini sebagai momen penentu bagi masa depan seri Football Manager, dengan masa depannya bergantung pada bagaimana pengembang menangani situasi saat ini. Kabar baiknya, patch pertama sudah dekat, memberikan Sports Interactive peluang bagus untuk memperbaiki masalah paling mendesak dalam game dan mengatasi review Football Manager 26 yang kurang memuaskan.

Tentang Football Manager 26






