Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia pengembangan game, khususnya bagi para penggemar Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG) ambisius, Ashes of Creation. Intrepid Studio, sebagai pengembang di balik proyek besar ini, dikabarkan telah melakukan PHK karyawan secara besar-besaran. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan komunitas game: apakah Ashes of Creation tutup server? Dilansir dari Insider Gaming, seorang pendiri dan Creative Director studio tersebut, Steven Sharif, telah memberikan pernyataan.
Awal Mula Krisis di Intrepid Studio
Dalam pesan yang muncul di server Discord Ashes of Creation, Steven Sharif menyampaikan pernyataan terkait situasi sulit yang menimpa studio. Dirinya mengklaim terpaksa mengundurkan diri setelah kontrol perusahaan berpindah tangan. Peristiwa ini, menurut Sharif, menyebabkan dirinya meninggalkan Intrepid Studio, dan seluruh karyawan yang tersisa akhirnya terkena PHK massal.
Sharif menjelaskan bahwa setelah kontrol perusahaan beralih, dewan perusahaan mulai mengarahkan tindakan yang tidak dapat ia setujui secara etis. Inilah yang mendorongnya untuk mengambil keputusan mundur sebagai bentuk protes. Pengunduran dirinya kemudian diikuti oleh sejumlah pegawai senior dan pimpinan tim senior.
Setelah rentetan pengunduran diri tersebut, dewan perusahaan mengambil keputusan untuk mengeluarkan pemberitahuan WARN Act dan melakukan PHK massal. Dengan kejadian yang menimpa Intrepid Studio ini, ada perkiraan bahwa game MMORPG ambisius Ashes of Creation akan segera tutup server, terutama setelah melalui proses pengembangan yang cukup panjang, hampir 10 tahun.

Dugaan Scam dan Praktik “Pump and Dump”
Ashes of Creation sendiri telah menjadi sorotan kontroversi sejak lama. Game ini kerap kali menghadapi tuduhan sebagai proyek “scam” atau penipuan. Tuduhan ini kembali mencuat baru-baru ini di forum komunitas Steam dengan adanya dugaan praktik “Pump and Dump”. Banyak netizen menganggap bahwa klausa Kickstarter, di mana dana akan masuk saat game dirilis, menjadi celah untuk melakukan tindakan tersebut.
Para pemain menduga bahwa game tersebut sengaja dirilis di Steam agar secara teknis Kickstarter dapat mencairkan dana. Lima minggu kemudian, Intrepid Studio mengalami masalah serius dengan pengunduran diri dan PHK, yang membuka kemungkinan studio akan tutup server. Hal ini akan memungkinkan pihak-pihak terkait mendapatkan dana dari penggalangan Kickstarter.

Investigasi Komunitas dan Kejanggalan Dewan Perusahaan
Dugaan mengenai adanya kebohongan oleh sang CEO semakin menguat setelah investigasi yang dilakukan oleh para penggemar. Investigasi ini berfokus pada informasi perusahaan, yang menunjukkan kejanggalan signifikan. Per tanggal 30 Desember 2025, anggota dewan Intrepid Studio diketahui hanya terdiri dari satu orang saja.
Individu tunggal tersebut adalah Steven Sharif, sang Founder sekaligus CEO yang sebelumnya mengaku bahwa kontrol perusahaan telah berpindah tangan dan ditangani oleh dewan perusahaan. Padahal, Sharif sendiri adalah satu-satunya anggota dewan yang terdaftar. Sementara itu, John Moore, yang diketahui sebagai CFO studio, tidak menjadi bagian dari dewan perusahaan.
Dengan informasi yang kontradiktif ini, banyak netizen kini semakin gencar mencari informasi lebih lanjut untuk menguatkan dugaan penipuan yang melibatkan Ashes of Creation PHK. Para pemain yang telah membeli game ini di Steam juga tengah berusaha keras untuk menghubungi Steam Support. Mereka berharap dapat menjelaskan situasi yang terjadi dan mendapatkan pengembalian dana atau refund.

Respon Steven Sharif dan Masa Depan Ashes of Creation
Hingga berita ini diangkat, Steven Sharif belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kejadian ini. Hal ini disebabkan oleh perihal legalitas yang sedang berjalan. Selain itu, Sharif juga belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan mengenai adanya dugaan scam yang dilakukan terhadap proyek Ashes of Creation.
Masa depan Ashes of Creation menjadi semakin tidak pasti dengan terjadinya Intrepid Studio PHK massal ini. Komunitas menantikan kejelasan dan transparansi dari pihak terkait mengenai status game dan nasib para pemain yang telah berinvestasi.

